Self-talk

Pertemuan para psikolog di Citos kemarin sore dimaksudkan untuk silaturahmi. Pertemuan pertama post-Idul Fitri. Tapi tetap saja kami bicarakan satu tema kecil Self-talk.

Ini topik menarik, proses berbicara dengan diri sendiri, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Ini merupakan dialog internal yang kita lakukan untuk merenungkan, memotivasi diri, atau mengatasi perasaan tertentu.

Self-talk dapat bersifat positif atau negatif, dan pengaruhnya terhadap “mental well-being” kita cukup signifikan.

Contoh Self-talk positif:

  • “Aku sudah berusaha keras, dan aku mampu menghadapi tantangan ini.”
  • “Aku layak mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan.”
  • “Setiap kesalahan dan kegagalan adalah kesempatanku untuk belajar dan tumbuh.”

Contoh Self-talk Negatif:

  • “Aku tidak akan pernah bisa melakukan ini.”
  • ”Orang lain lebih baik dari ku.”
  • ”Aku selalu gagal dalam segala hal.”

Kami, para psikolog dari berbagai disiplin ilmu psikologi kemudian memikirkan, dan bertanya pada diri masing-masing, sebetulnya apa kegunaan Self-talk itu? Kami sepakat ada 5 kegunaan utama self-talk, yaitu:

1. Meningkatkan Motivasi: Self-talk positif dapat memotivasi kita untuk mencapai tujuan dan tetap berfokus pada usaha yang dilakukan. (“Meskipun sudah berusia banyak, aku pasti bisa belajar main piano”, celetukanku, yang disambut dengan tertawa oleh teman-teman:).

2. Mengurangi Stres dan Kecemasan: Dengan berbicara dengan diri sendiri secara positif, kita dapat mengurangi kecemasan dan stres, serta meningkatkan rasa percaya diri. (Pernah lihat pertandingan tenis di Wimbeldon? Petenis yang setelah mengalami kegagalan kecil, seperti bola menyangkut di net, ia terlihat berbicara dengan diri sendiri).

3. Meningkatkan Kinerja: Atlet atau profesional sering menggunakan self-talk untuk meningkatkan fokus dan kinerja mereka. Misalnya, mereka mengingatkan diri mereka untuk tetap tenang dan konsentrasi.

4. Mendukung Proses Pembelajaran: Self-talk dapat membantu kita merenungkan pengalaman dan belajar dari kesalahan, sehingga meningkatkan pemahaman kita tentang situasi tertentu.

5. Meningkatkan Kesehatan Mental: Mengganti self-talk negatif dengan yang positif dapat membantu mengatasi depresi dan meningkatkan mental health secara keseluruhan.

Sebelum mengakhiri pertemuan singkat di Monsieur Spoon Citos itu, kami menyimpulkan – Self-talk adalah alat yang kuat dalam Pengembangan Diri.

Dengan mengenali pola-pola self-talk kita dan berusaha untuk mengganti yang negatif dengan yang positif, kita bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mental kita.

Effendi Ibnoe
Lebak Lestari Indah
17 April 2025