Aku sering pakai istilah Cognitive Detachment ini dalam sesi bimbingan atau coaching; juga sewaktu aku menulis artikel.
Sebetulnya apa sih Cognitive Detachment itu? Seringkali aku memudahkan artinya menjadi doing something entirely different from your work atau berarti, hobby.
Sebetulnya Cognitive Detachment adalah proses psikologis dimana seseorang menjauhkan diri dari pikiran, emosi, atau situasi tertentu untuk mengurangi stress dan meningkatkan kejernihan berpikir.
Dengan melakukan ini, individu dapat melihat masalah atau keadaan emosional dari sudut pandang yang lebih objektif, sehingga memungkinkan mereka untuk menganalisis situasi tanpa terpengaruh oleh perasaan atau tekanan yang mendesak.
Cognitive Detachment bermanfaat dalam berbagai konteks, seperti mengatasi kecemasan, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dan membangun ketahanan emosional dengan membantu seseorang mengambil pendekatan yang lebih seimbang terhadap keadaan sulit.
Jadi apa contoh-contoh cognitive detachment kongkrit nya?
Well, teman dekatku, HR Director di suatu perusahaan global, cognitive detachment nya adalah taking a shower, segar dari atas ke bawah, badan menjadi bersih, dan menurutnya, seringkali dengan mandi pancuran, ia mendapatkan ide atau ilham untuk topik menulis.
Oh ya, cognitive detachmentku, nonton film, di Netflix, ataupun di cinema, dan jalan-jalan sore hari. Aku percaya, watching a movie is escape and inspiration, dan jal-so kan sehat secara fisik, benar kan?
What’s your Cognitive Detachment?
Salam – Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya,
Effendi Ibnoe
20 Maret 2025.